Cinta yang Kandas Tapi Bermakna

Saya akui, saya beberapa kali selingkuh dan hal itu bukanlah suatu kebanggaan. Ada banyak tawa dan tangisan dalam perjalanannya, selalu jadi pelajaran. Berkelit-kelit, bohong dan dibohongi sudah seperti sarapan sehari-hari. Dari sayang menjadi benci, dari benci menjadi biasa saja, sampai tanpa ada lagi rasa padanya.

Beri saya cinta yang bermakna, tidak membosankan, dan tidak pula kelewatan. Berikan cinta yang memberikan warna pada kanvas hidup saya, entah itu warna darah atau tinta gurita. Kelam. Atau warna biru dan kuning seperti langit dan matahari. Terang.

KANDAS BERMAKNA

Yak! Serius amat bacanya mas, mbak. Yang di atas cuma intermezzo kok. Lanjut yaaa.

Cinta gak boleh stagnan jadi kehidupan yang membosankan. Kalo nggak kita bakal mati. Mati dalam artian, mati rasa. Buat itu cinta jadi penyemangat hidup. Selalu buat dirimu menjadi berenergi untuk menyelamatkan kapal cinta yang lantainya sudah bolong dimasuki air yang dapat menenggelamkannya. Jangan sampai karam. Kalau sudah karam terpaksalah berenang ketepian dan mencari kapal baru untuk mengarungi lautan.

Masalahnya, adakah kapal yang cocok dengan kita? Kalau tidak ada berarti kitalah yang harus mencocokkan diri dengan kapal yang ada. Sulit? Sukurin. Hahaha kalau gak mau yaudah stop mengarungi lautan, dan silakan main di kolam ikan.

Berusahalah berjuang demi cintamu,  jika gagal maka sejarah akan mencatatmu sebagai orang yang telah mencoba namun gagal. Bagi mereka yang tidak mencoba tidak akan punya catatan apa-apa. Mungkin namanya akan hilang ditelan bumi. Oleh karenanya, Cintamu boleh kandas tapi harus ada maknanya entah bagi hidupmu atau hidupnya.

Apakah Mendua Itu Salah?

Diantara kalian pastinya banyak yang berpikir apakah mendua itu salah? Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa konteks mendua di sini adalah tentang hubungan antarmanusia yang memiliki hubungan khusus layaknya pasangan hidup, bukan antarhewan, antaragama, atau antar yang lain.

perselingkuhan

Pertanyaan pada judul artikel ini tentu tidak Anda perhatikan dengan cermat. Kenapa mendua selalu dikaitkan dengan hal yang salah? Mengapa mendua tidak kita kaitkan dengan hal yang baik? Misalnya, dengan membuat pernyataan keuntungan dan kebaikan mendua.

Continue reading “Apakah Mendua Itu Salah?”